Oleh :
Ria Harmayani, S. Pt., M.Si, Hari Permadi, S.Pt., M.Si., Sahrul Gunadi, S.Pt., M.Si.
(Dosen Fakultas Peternakan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram)
Ahmad Khuzman Harista Yuda, Dian Hidayati, Lalu Anggring Sakaruwi
(Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram)
Di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian, termasuk penurunan kesuburan tanah dan meningkatnya kebutuhan pangan, inovasi dalam penggunaan pupuk organik semakin mendesak. Salah satu solusi yang mulai mendapat perhatian adalah pemanfaatan bioslurry padat yang dihasilkan dari kotoran sapi. Pupuk organik ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesuburan tanah.
Bioslurry adalah produk sampingan yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik kotoran ternak, seperti sapi. Proses ini tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk yang kaya nutrisi. Di daerah pedesaan, di mana peternakan sapi merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat, pemanfaatan bioslurry sebagai pupuk organik telah menjadi pilihan yang cerdas dan berkelanjutan.
Tim peneliti Fakultas Peternakan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram juga berfokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan, baru-baru ini meluncurkan program edukasi bagi petani lokal tentang manfaat bioslurry padat sebagai pupuk organik. Inovasi pupuk tersebut diberi nama Rabok Bioseluri yang dihasilkan dari endapan murni limbah instalasi biogas kotoran sapi padat yang dikeringkan dan dapat digunakan pada semua tanaman pertanian dan perkebunan.
Dalam beberapa program pengabdian masyarakat, petani peternak diajarkan cara mengolah limbah sisa kotoran sapi menjadi rabok bioseluri padat dan cara penerapannya di lahan pertanian mereka.
Pupuk organik berupa rabok bioseluri padat menawarkan solusi yang efisien untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, produk ini juga membantu mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan."
Dalam uji coba yang dilakukan di beberapa ladang pertanian dan perkebunan di Lombok Barat, para petani yang menggunakan rabok biosleuri melaporkan peningkatan hasil pertanian yang signifikan. Pupuk ini tidak hanya meningkatkan kualitas tanah, tetapi juga membantu dalam mempertahankan kelembapan tanah lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia.
Teknik pemanfaatan bioslurry ini juga mendukung prinsip pertanian berkelanjutan, dengan mengurangi pencemaran yang dihasilkan dari limbah ternak. Selain itu, penggunaan pupuk organik ini dapat membantu meminimalkan emisi gas rumah kaca, yang merupakan isu penting dalam perubahan iklim saat ini.
Masyarakat umum pun mulai menyadari pentingnya keberlanjutan dalam praktik pertanian. Banyak yang berharap bahwa inisiatif seperti bioslurry padat kotoran sapi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengadopsi praktik serupa.
Di tengah proyeksi pertumbuhan populasi global yang terus meningkat, inovasi pertanian berkelanjutan seperti bioslurry diharapkan dapat memberikan solusi atas tantangan pangan yang akan datang, sembari menjaga keseimbangan ekosistem. Pupuk organik dari bioslurry padat kotoran sapi bukan hanya sekadar alternatif, tetapi potensi besar menuju pertanian yang lebih hijau dan bertanggung jawab.
Cara Membuat Pupuk Bioslurry Padat
Pupuk bioslurry adalah salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik, seperti kotoran hewan dan bahan organik lainnya. Pupuk ini kaya akan nutrisi dan memiliki kemampuan memperbaiki kualitas tanah. Pupuk bioslurry biasanya berbentuk cair, namun kita juga dapat membuatnya dalam bentuk padat. Berikut adalah cara untuk membuat pupuk bioslurry padat.
Bahan-Bahan yang diperlukan diperlukan diantaranya adalah Bahan Utama berupa Kotoran hewan (seperti sapi, kambing, atau ayam), Bahan karbon (daun kering, jerami, atau sisa tanaman), dan Bahan Tambahan diantaranya yaitu air, EM4 (Effective Microorganisms), Probiotik atau ragi (jika perlu). Sedangkan alat-alat yang diperlukan diantaranya yaitu ember atau wadah besar, pengayak.
Langkah-Langkah Pembuatan Pupuk Bioslurry Padat
1. Persiapan Bahan
Sebelum memulai, siapkan semua bahan yang diperlukan. Pastikan kotoran hewan yang digunakan dalam keadaan segar dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
2. Membuat Campuran Bioslurry
Campurkan Kotoran Hewan dan Bahan Karbon: Dalam wadah besar, campurkan kotoran hewan dengan bahan karbon. Rasio yang baik adalah 1 bagian kotoran hewan dan 2 bagian bahan karbon.
Menambahkan Air: Tambahkan air secukupnya untuk mendapatkan konsistensi adonan yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer. Campuran ini sebaiknya memiliki kelembapan yang cukup agar dapat terfermentasi dengan baik.
Menambahkan EM4: Tambahkan EM4 sesuai dosis yang dianjurkan pada kemasan. EM4 akan membantu mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk yang dihasilkan.
3. Fermentasi
Fermentasi Campuran: Setelah semua bahan tercampur merata, masukkan campuran ke dalam tempat fermentasi. Tutup wadah dengan kain atau penutup yang dapat memberikan ventilasi.
Proses Pengeringan: Biarkan bioseluri padat selama 3-5 hari hingga kering sempurna. Selama proses ini, lakukan pengadukan secara berkala untuk memastikan aerasi dan distribusi mikroorganisme yang merata.
4. Pembentukan Pupuk Padat
Penyaringan dilakukan setelah proses pengeringan selesai, saring campuran untuk memisahkan bagian-bagian yang masih terdapat kotoran atau benda asing yang kemungkinan ikut masuk ke dalam bioslurry.
5. Penyimpanan
Setelah pupuk bioslurry padat benar-benar kering, simpan dalam wadah tertutup di tempat yang kering dan gelap. Pupuk ini dapat digunakan sebagai pemupuk tanaman pertanian dan perkebunan dalam waktu yang lama.
Pupuk bioslurry padat merupakan alternatif yang bagus untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara organik. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, Anda dapat memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk berkualitas yang ramah lingkungan. (*)

0 Komentar