Breaking News

Faterna UNW Mataram Gelar Diskusi Strategis Tingkatkan Ketahanan Pangan Berbasis Sapi Potong di NTB

ErakiiniNews | Mataram, 5 Desember 2025 -- Mataram. Sebuah diskusi menarik berlangsung di Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram yang mengangkat tema penting "Ketahanan Pangan di NTB Berbasis Sapi Potong. Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 40 orang peserta ini, terdiri dari perwakilan mahasiswa Fakultas Peternakan dan dosen di lingkup UNW Mataram, berlangsung hangat dan serius serta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu strategis di bidang peternakan dan ketahanan pangan.

Diskusi yang digagas oleh Fakultas Peternakan ini berlangsung pada Kamis pagi (4/12), dan menghadirkan narasumber ternama, praktisi dan capable di bidangnya yang berasal dari mitra-mitra Fakultas Peternakan.

Dekan Fakultas Peternakan UNW Mataram, Alimuddin, M.Si., menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas peternakan sapi potong dengan inovasi baru sebagai salah satu solusi mandiri dalam memastikan ketersediaan daging di wilayah Nusa Tenggara Barat. "Pengembangan peternakan sapi yang berkelanjutan harus didukung oleh inovasi dan teknologi modern serta pelatihan kepada peternak lokal dengan tujuan mencerdaskan mereka", tegas Alimuddin, M.Si.

Selain itu, diskusi ini juga menghadirkan General Manager East Area PT. Sreeya Sewu Indonesia, Penta Susilo, yang berbagi pengalaman dan strategi perusahaan dalam mengelola peternakan, khususnya sapi potong yang harus sebaiknya dilakukan secara disiplin, tekun, Istiqomah, profesional dan berkelanjutan.

"Kolaborasi antara dunia industri dan akademisi menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan sapi di daerah ini", jelas Penta.

Diskusi berlangsung semakin seru dan dinamis juga karena menghadirkan Arlyna Simatupang, Marketing Support Manager PT. Sreeya Sewu Indonesia Tbk., yang memberikan pemaparan terkait bisnis peternakan dan share pengalamannya tentang peran mahasiswa, dan akademisi dalam menciptakan ekosistem peternakan yang resilient dan mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal dengan produk ternak yang berkualitas dan memberikan motivasi agar mahasiswa siap menjadi enterpreneur yang sukses.

"Mahasiswa peternakan harus mampu menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan dan keahlian dengan keilmuan manajemen beternak dan jiwa enterpreneur yang handal, itulah yang membedakan dengan peternak-peternak lainnya dengan manajemen beternak yang hanya mengandalkan pengetahuan dan pengalaman yang turun temurun", tegas Arlyna.

Diskusi ini mampu menjadi wadah untuk saling bertukar ilmu, memperkuat jejaring, serta mendorong inovasi di bidang peternakan sapi potong agar mampu mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat terbukti dengan partisipasi aktif dari puluhan mahasiswa yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas terkait usaha peternakan dan kondisi real pada peternakan di NTB.

Wahyu, salah seorang mahasiswa semester 1 Program Studi Peternakan yang menjadi peserta diskusi mengaku kegiatan ini sangat membantu untuknya dalam proses belajar, agar lebih memahami prinsip beternak, mengenal berbagai macam produk peternakan khususnya ruminansia, dan strategi yg tepat yang dapat diterapkan pada peternakan di wilayah Lombok.

"Senang sekali bisa mengikuti diskusi ini karena saya dapat menambah wawasan dan pengetahuan saya terkait peternakan, prinsip dan usaha beternak, manajemen peternakan modern, bagaimana peningkatan produktivitas dan kesehatan hewan yang bisa menjadi strategi yang tepat dan nantinya dapat diterapkan di wilayah Lombok, khususnya di desa saya", ungkap Wahyu.

Fakultas Peternakan berkomitmen akan terus mendukung tercapainya program-program peternakan nasional. Diskusi ini membuktikan pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, dan generasi muda dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan di NTB. Dengan semangat inovasi dan kewirausahaan, dapat menciptakan ekosistem peternakan sapi potong yang tangguh dan maju di NTB.

(E_02)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close