ErakiniNews.Com | Nusa Tenggara Barat, 21 Februari 2026 – Pada Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mengintensifkan berbagai langkah strategis untuk memastikan keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah NTB. Upaya ini dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur kelistrikan secara menyeluruh, penguatan sistem transmisi, serta modernisasi sistem komunikasi data yang menjadi tulang punggung pengaturan operasi sistem tenaga listrik.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pemeliharaan preventif berskala besar di sejumlah gardu induk vital, di antaranya Gardu Induk (GI) Alas di Sumbawa Besar dan Gardu Bima. Kedua gardu induk tersebut memiliki peran strategis dalam menopang sistem kelistrikan di wilayah barat hingga timur Pulau Sumbawa dan menjadi titik kritis dalam menjaga kontinuitas suplai listrik ke pelanggan.
Di GI Alas, tim teknis PLN UPT Mataram melakukan pemeliharaan menyeluruh pada peralatan gardu induk, termasuk perangkat pengatur dan pengaman aliran listrik. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sehingga distribusi listrik ke rumah, tempat ibadah, dan fasilitas publik tetap stabil selama Ramadan.
Langkah serupa dilanjutkan di Gardu Bima sebagai bagian dari strategi penguatan sistem transmisi terintegrasi di Pulau Sumbawa. Dengan mengerahkan personel ahli, PLN memastikan seluruh peralatan transmisi dan proteksi berada dalam kondisi prima, sehingga risiko gangguan dapat diminimalisir, terutama saat beban listrik meningkat pada waktu sahur dan malam hari selama Ramadan.
Selain penguatan jaringan listrik, PLN UIW NTB juga memperbarui sistem komunikasi data yang digunakan untuk mengatur dan memantau operasi kelistrikan. Dengan sistem yang lebih modern, petugas dapat memantau kondisi jaringan listrik secara real time dan merespons gangguan dengan lebih cepat, sehingga pasokan listrik ke masyarakat tetap terjaga.
Modernisasi sistem komunikasi data ini menjadi langkah strategis untuk memastikan proses pemantauan dan pengaturan beban listrik dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan responsif. Dengan sistem komunikasi yang lebih andal, potensi gangguan dapat terdeteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa seluruh langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal selama Ramadan hingga Idulfitri. “Ramadan adalah momentum penting bagi masyarakat, sehingga keandalan listrik menjadi prioritas utama. Kami memastikan seluruh infrastruktur, mulai dari transmisi hingga sistem komunikasi data, berada dalam kondisi siap operasi untuk mendukung kenyamanan ibadah masyarakat,” ujar Sri Heny Purwanti.
Ia menambahkan bahwa PLN UIW NTB telah menyiagakan personel dan peralatan di seluruh unit layanan, termasuk pengawasan rutin pada titik-titik rawan gangguan. “Kami menyiapkan pola siaga terpadu dan piket 24 jam untuk memastikan respons cepat jika terjadi gangguan. Target kami adalah zero interruption pada momen-momen krusial seperti sahur, berbuka puasa, dan salat tarawih,” lanjutnya.
PLN juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan dengan memperhatikan ruang bebas di sekitar jaringan listrik dan segera melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile. Kolaborasi antara PLN dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Dengan rangkaian pemeliharaan terencana, penguatan transmisi, serta modernisasi sistem komunikasi data, PLN UIW NTB berharap sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat akan berada dalam kondisi terbaik selama Ramadan 1447 H. PLN berkomitmen terus menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkualitas sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat.
E_01

0 Komentar