![]() |
| Ika Gita Listiana |
Dana tersebut disalurkan melalui delapan bank yang terdiri dari bank daerah maupun bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Branch Manager Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa, Ika Gita Listiana, mengatakan bahwa uang pecahan kecil tersebut disediakan untuk memfasilitasi kebutuhan penukaran uang masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.
“Penukaran uang ini mencakup penukaran uang baru maupun pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sumbawa selama Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Lis—sapaan akrabnya menyebutkan, Rp 16 miliar tersebut merupakan uang titipan dari yang disalurkan melalui Cabang Sumbawa guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Ia menjelaskan, dana tersebut didistribusikan ke delapan bank di Kabupaten Sumbawa dengan alokasi masing-masing Rp 2 miliar per bank.
Beberapa bank yang menyediakan layanan penukaran uang pecahan kecil tersebut antara lain Bank NTB Syariah, Danamon, Mandiri, BNI, BRI, BSI, dan BTN.
Lis mengungkapkan bahwa setiap Ramadhan dan Idul Fitri permintaan uang tunai di masyarakat selalu mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumbawa, yang memiliki tradisi berbagi rezeki dalam bentuk uang kepada keluarga maupun anak-anak saat Lebaran.
“Jumlah uang yang disiapkan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk penukaran, masyarakat diminta mendaftar terlebih dahulu sehari sebelumnya melalui layanan Serambi atau link Bank Indonesia,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi uang tunai, pihaknya juga menyediakan layanan penukaran selama bulan Ramadhan di kantor cabang maupun unit layanan yang berada di beberapa kecamatan.
Selain itu, masyarakat yang ingin menukar uang pecahan kecil diimbau untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui laman pintar.bi.go.id yang tersedia pada program Serambi 2026 guna menghindari kehabisan stok uang pecahan kecil. (*)
E_01

0 Komentar