ErakiniNews.Com | Lombok Tengah - Guna menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani serta memperkuat stok pangan nasional pasca-hari raya Idul fitri 1447 H, jajaran Babinsa Kodim 1620/Lombok Tengah bersama Perum Bulog Lombok Tengah melakukan langkah proaktif dengan mempercepat serapan gabah hasil panen petani.
Perum Bulog melakukan serap gabah petani (sergap) dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) Rp6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP) maupun gabah basah. Program ini menargetkan penyerapan 44.659 ton gabah atau setara 24.843 ton beras dengan target penyelesaian 3 bulan masa panen (januari-maret) yang bekerja sama dengan TNI, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang berlangsung di seluruh wilayah titik lokasi padi petani di Kabupaten Lombok Tengah, bertujuan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara maksimal oleh pemerintah dengan harga yang layak dan sesuai standar Harga Pembelian Pemerintah.
Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti mengatakan, bahwa keterlibatan Babinsa dalam pengawalan serapan gabah ini merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program ketahanan pangan nasional. Mengingat saat ini wilayah Lombok Tengah tengah memasuki masa panen raya, momentum usai Lebaran ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas stok beras.
"Kami turun langsung ke sawah dan tempat penggilingan untuk memotivasi petani agar menjual hasil panennya ke Bulog. Hal ini penting agar rantai distribusi tetap terjaga dan harga di tingkat petani tidak dipermainkan oleh spekulan," ujar Dandim, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, dalam mengoptimalkan stok cadangan gabah, pihak Bulog Lombok Tengah menyambut baik kolaborasi ini. Dengan bantuan personel Babinsa yang memiliki kedekatan emosional dengan warga desa, proses sosialisasi mengenai standar mutu dan harga pembelian pemerintah (HPP) menjadi lebih efektif.
"Hingga saat ini, progres serapan gabah di wilayah Lombok Tengah menunjukkan tren positif. Beberapa poin utama dari percepatan serapan ini meliputi, stabilitas harga memastikan petani mendapatkan nilai ekonomi yang adil pasca-Lebaran," terangnya.
Selain itu kelancaran distribusi bertujuan untuk mempercepat pengangkutan dari lahan petani menuju gudang Bulog sesuai kualitas gabah seperti kadar air sesuai standar nasional agar beras yang dihasilkan berkualitas tinggi.
"Langkah jemput bola ini diharapkan dapat mencapai target serapan gabah secara bertahap, bertingkat dan berlanjut selama musim panen di tahun 2026," . tutup Dandim.
Dengan langkah ini juga diharapkan tidak adanya permainan harga oleh tengkulak.
(Nunung)

0 Komentar