ErakiniNews.Com | Mataram, NTB – Kasus penganiayaan hewan jenis anjing di Kota Mataram memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya para pecinta hewan. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu langsung mendapat perhatian luas dari netizen hingga komunitas pecinta hewan tingkat nasional.
Sebagai bentuk kepedulian, Ketua sekaligus pendiri Komunitas Pecinta Hewan Indonesia, Dony Herdaru Tona, bahkan langsung terbang dari Jakarta ke Lombok untuk mengawal penanganan kasus tersebut. Bersama komunitas pecinta hewan di Lombok, ia mendatangi Polresta Mataram untuk melaporkan kejadian tersebut.
Tak butuh waktu lama, Unit Jatanras Satreskrim Polresta Mataram langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku.
Langkah cepat kepolisian ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Polresta Mataram dalam mengamankan pelaku. Ini menunjukkan kepolisian hadir untuk menjawab keresahan masyarakat,” ujar Dony kepada media, Rabu (08/04/2026).
Ia berharap, pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada pelaku utama saja, namun dapat dikembangkan lebih lanjut jika terdapat pihak lain yang terlibat, termasuk dugaan adanya jaringan atau penampung daging hewan.
“Jika memang ada pihak lain di balik praktik ini, kami berharap dapat turut diungkap secara menyeluruh,” tegasnya.
Menurut Dony, perlindungan terhadap hewan, khususnya hewan peliharaan, telah diatur dalam undang-undang. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap hewan bukan hanya soal empati, tetapi juga bagian dari menjaga keseimbangan ekosistem.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP., S.T.K., SIK., M.Si, membenarkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.
“Begitu menerima informasi, tim opsnal segera melakukan penyelidikan dan dalam waktu singkat berhasil mengamankan terduga pelaku,” jelasnya.
Saat ini, terduga berinisial IG telah diamankan di Polresta Mataram dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian serius dan diharapkan menjadi peringatan bahwa tindakan kekerasan terhadap hewan tidak dapat ditoleransi serta akan diproses sesuai hukum yang berlaku. (Adb)

0 Komentar