Breaking News

Ilmu, Ibadah, dan Peternakan Rakyat: Peran Riset Peternakan Dalam Kurban Sehat

 

Oleh

Ria Harmayani, S.Pt., M.Si

Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan

Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Email: d0813088901@unwmataram.ac.id

Perayaan Idul Adha selalu menghadirkan makna yang lebih luas daripada sekadar ritual penyembelihan ternak kurban. Di balik nilai spiritual dan sosialnya, terdapat kerja panjang dari para peternak, paramedis dan dinas terkait, akademisi, dan lembaga pendidikan yang memastikan ternak kurban tersedia dalam jumlah cukup, sehat, dan layak konsumsi. Dalam konteks inilah publikasi dan gagasan ilmiah karya penelitian pengabdian kepada masyarakat dari para akademisi, khususnya dosen-dosen di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, menjadi penting untuk dibaca secara lebih serius. Riset-riset yang menyoroti pakan lokal dan penguatan sistem peternakan rakyat tidak hanya relevan bagi dunia akademik, tetapi juga sangat penting bagi kualitas ternak kurban pada saat Idul Adha.

Di banyak daerah, termasuk Nusa Tenggara Barat, tantangan utama peternakan kurban terletak pada biaya pakan, ketersediaan bahan baku, dan manajemen kesehatan ternak menjelang hari raya. Ketika permintaan ternak kurban meningkat tajam, peternak sering menghadapi tekanan untuk mempercepat penggemukan tanpa selalu didukung pakan berkualitas. Situasi dan kondisi ini dapat berdampak pada kondisi fisik ternak, kesehatan ternak, dan pada akhirnya mutu kurban yang diterima masyarakat. Karena itu, pemanfaatan pakan lokal menjadi salah satu solusi strategis yang bukan hanya ekonomis, tetapi juga berkelanjutan.


Pakan lokal sebagai dasar kemandirian peternak

Salah satu pesan penting dari riset peternakan berbasis lokal yaitu daerah sebenarnya memiliki banyak sumber pakan yang dapat dioptimalkan. Hijauan, limbah pertanian, dan hasil samping agroindustri dapat menjadi alternatif yang menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Dalam konteks ternak kurban, pemanfaatan pakan lokal sangat penting karena ternak harus dipelihara dalam jangka waktu tertentu agar mencapai bobot dan kondisi tubuh yang baik.

Pemikiran seperti ini sejalan dengan arah publikasi para akademisi yang menempatkan peternakan sebagai bagian dari sistem ekonomi rakyat yang perlu diperkuat dari bawah melalui peternak kecil. Peternak kecil tidak selalu memiliki akses pada teknologi mahal, sehingga pendekatan yang berbasis sumber daya setempat menjadi lebih realistis dan aplikatif. Dengan kata lain, riset tentang pakan lokal, tidak hanya berbicara tentang nutrisi ternak, tetapi juga tentang keadilan akses terhadap inovasi peternakan.

Dalam suasana Idul Adha, gagasan ini menjadi semakin relevan. Ternak kurban yang dipelihara dengan pakan lokal yang tepat dapat tetap sehat, tumbuh optimal, dan memenuhi syarat sebagai ternak kurban. Di sinilah ilmu pengetahuan memberi jawaban praktis atas kebutuhan sosial-keagamaan yang nyata terealisasi di masyarakat.


Kesehatan ternak kurban sebagai tanggung jawab ilmiah

Kesehatan ternak kurban sering kali baru menjadi perhatian ketika hari raya sudah dekat. Padahal, kondisi kesehatan ternak ditentukan oleh proses panjang sejak pemeliharaan awal, pemilihan bibit indukan dan pejantan unggul, bakalan yang digemukkan, termasuk kualitas pakan, kebersihan kandang, kepadatan ternak, dan pengendalian penyakit. Ternak yang sehat tidak hanya penting untuk memenuhi syarat secara syariat, tetapi juga penting bagi keamanan pangan masyarakat setelah penyembelihan.

Riset peternakan yang menekankan perbaikan pakan lokal memiliki dampak langsung terhadap kesehatan ternak. Pakan yang cukup energi, protein, mineral, dan serat akan membantu mempertahankan daya tahan tubuh ternak. Sebaliknya, pakan yang tidak seimbang dapat menyebabkan ternak mudah stres, kurus, lemah, atau rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, hasil penelitian seperti yang dikembangkan para akademisi dapat menjadi dasar edukasi bagi peternak agar tidak hanya mengejar peningkatan bobot badan ternak semata, tetapi juga memperhatikan kesehatannya secara menyeluruh.

Bagi masyarakat, ternak kurban yang sehat adalah bentuk tanggung jawab bersama. Panitia kurban, pedagang, paramedis dan dinas terkait, peternak, dan lembaga pendidikan perlu memiliki kesadaran yang sama bahwa kualitas kurban, tidak hanya soal harga dan ukurannya, namun juga soal kesejahteraan ternaknya. Dalam kerangka ini, riset dosen peternakan memiliki nilai sosial yang sangat besar.


Penerapan riset pada ternak kurban

Keunggulan riset peternakan baru terasa ketika diterapkan dalam praktik. Hasil kajian tentang pakan lokal dapat dimanfaatkan untuk menyusun formulasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak kurban, baik kambing maupun sapi. Formulasi ini dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan lokal di masing-masing daerah, sehingga peternak tidak harus bergantung penuh pada pakan pabrikan.

Penerapan riset juga dapat dilakukan melalui pendampingan peternak. Misalnya, dosen dan mahasiswa dapat membantu kelompok ternak dalam mengidentifikasi bahan pakan lokal yang aman, murah, dan bernilai nutrisi baik. Selain itu, riset tentang kesehatan ternak dapat diterjemahkan menjadi panduan pemeriksaan sederhana bagi peternak menjelang Idul Adha, seperti pengamatan nafsu makan, aktivitas harian, kondisi bulu, mata, dan tanda-tanda penyakit.

Dengan pendekatan seperti ini, publikasi ilmiah tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi menjadi alat pemberdayaan. Peternak memperoleh pengetahuan praktis, masyarakat mendapat jaminan ternak kurban yang lebih sehat, dan lembaga pendidikan mendapatkan legitimasi sosial sebagai pusat solusi atas persoalan nyata masyarakat.


Peran lembaga Nahdlatul Wathan

Dalam konteks yang lebih luas, lembaga Nahdlatul Wathan memiliki posisi penting sebagai institusi pendidikan dan sosial-keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Jika hasil riset para dosen didorong untuk masuk ke ruang pengabdian masyarakat, maka lembaga ini dapat menjadi motor penguatan peternakan rakyat berbasis nilai-nilai keislaman dan kemandirian ekonomi.

Nahdlatul Wathan dapat menjadikan riset peternakan sebagai bagian dari program pengabdian, pelatihan, dan pemberdayaan umat. Misalnya, melalui penyuluhan pakan lokal, pelatihan pemeliharaan ternak kurban, edukasi kesehatan ternak, hingga kerja sama dengan kelompok peternak di daerah. Dengan begitu, lembaga tidak hanya berperan dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam menjawab kebutuhan praktis masyarakat pada momen-momen penting seperti Idul Adha.

Lebih jauh lagi, sinergi antara kampus dan lembaga Nahdlatul Wathan dapat memperkuat citra bahwa ilmu pengetahuan harus berpihak pada umat. Riset tentang ternak kurban, tidak hanya sekadar pengembangan akademik, melainkan bentuk pengabdian yang menyentuh ekonomi rakyat, ketahanan pangan, dan kualitas ibadah masyarakat.

Idul Adha adalah momentum yang memperlihatkan hubungan erat antara ibadah, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan sosial. Publikasi terkait inovasi pakan lokal dan peternakan memberi arah penting bagi upaya peningkatan kualitas ternak kurban secara lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan. Di tengah tingginya kebutuhan ternak kurban setiap tahun, penerapan hasil riset menjadi sangat penting agar peternak mampu menyediakan ternak yang layak, sehat, dan bernilai ekonomi.

Pada saat yang sama, lembaga Nahdlatul Wathan memiliki peluang besar untuk menjadikan riset ini sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan umat. Jika ilmu, lembaga, dan masyarakat bergerak bersama, maka Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang nyata bagi penguatan peternakan rakyat dan kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. (*)


0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close