ErakiniNews.Com | Mataram, 20 Mei 2026 - Ratusan massa yang tergabung dalam LSM Garuda Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu siang (20/5). Sembari membentangkan spanduk, para demonstran secara bergantian menyampaikan orasi di depan markas aparat penegak hukum tersebut.
Aksi ini dipicu oleh adanya dugaan penyelewengan dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah di wilayah NTB. Massa mendesak agar pihak kepolisian dan kejaksaan segera mengusut tuntas indikasi korupsi, pemotongan dana bantuan, hingga praktik jual beli kuota program pendidikan tersebut.
Dalam pernyataannya, Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini, mengungkapkan kekecewaannya karena program yang menyasar siswa dan mahasiswa dari keluarga miskin ini justru diduga kuat menjadi bancakan oknum tidak bertanggung jawab. Berdasarkan hasil investigasi lembaganya, ia membeberkan adanya temuan nyata di lapangan berupa pemotongan dana sepihak, pungutan liar, hingga komersialisasi kuota penerima bantuan.
Lebih lanjut, pihak LSM Garuda Indonesia juga memaparkan sejumlah kasus spesifik yang terjadi di NTB, antara lain yaitu dugaan pemotongan dana PIP di Lombok Timur, temuan Ombudsman terkait penahanan dana PIP dan Bidikmisi dan indikasi pemotongan dana bantuan di SDN Bajo, Soromandi, Bima.
Massa juga mendesak penegak hukum untuk memeriksa salah satu oknum anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Lombok yang diduga ikut bermain dalam praktik menyimpang ini.
Diakhir tuntutannya, para demonstran meminta Polda dan Kejati NTB segera melakukan penyelidikan menyeluruh, memanggil semua pihak yang terlibat, membuka posko pengaduan masyarakat, serta menjamin transparansi penuh dalam penanganan kasus ini.
(Ria)

0 Komentar